Jealousy
Jealousy.
10th August 2021
“Jealousy atau kecemburuan adalah perasaan tidak
aman (insecure) dan rendah diri (lack of self-confidence) yang dirasakan
seseorang.”
Lagu Jealousy, jealousy yang dibawakan oleh
Olivia Rodrigo mengingatkan gua pada masa-masa remaja terutama masa SMP dan SMA.
Masa dimana gua lebih banyak berfokus terhadap “enaknya” hidup orang lain
dibandingkan dengan diri sendiri.
Kecemburuan
yang gua rasakan saat itu berasal dari perasaan insecure, perasaan tidak percaya diri, dan perasaan merasa kalah. Rasa
iri yang akhirnya bikin diri gua lebih banyak mencibir dan tidak bersyukur.
“Co-comparison
is killin' me slowly
I think, I think too much
'Bout kids who don't know me
I'm so sick of myself
I'd rather be, rather be
Anyone, anyone else
But jealousy, jealousy
Started followin' me”
Sepenggal lirik
yang nyata adanya, dan pernah dirasakan bukan hanya diri gua tapi juga mungkin
kebanyakan orang entah pada saat usia remaja atau menuju dewasa, idk.
Berfokus pada
kehidupan orang lain, bikin diri ini pelan-pelan terpuruk dan nggak membuat
diri maju sedikitpun. Bukannya terpacu untuk menjadi lebih baik, eh malah
terpacu untuk mengalahkan orang itu. Perasaan-perasaan itu akhirnya membuat
diri selalu menyalahkan keadaan.
“All your
friends are so cool, you go out every night
In your daddy's nice car, yeah, you're livin'
the life
Got a pretty face, pretty boyfriend, too
I wanna be you so bad, and I don't even know you
All I see is what I should be
Happier, prettier, jealousy, jealousy
All I see is what I should be
I'm losin' it, all I get's, jealousy, jealousy”
Ucapan-ucapan
“jangan percaya sama apa yang lo liat di instagram” rasanya hanya jadi angin
lalu saat itu. Ujung-ujungnya cuma jadi nasehat yang masuk teliga kanan, ga
nyampe hati, keluar lagi dari telinga kiri. Karena ujung-ujungnya sama, gua
selalu iri.
Sampai
pada akhirnya, setelah menyelam kepahitan-kepahitan akibat rasa “jealousy” ini, gua sadar, kalau iri sama
kehidupan orang emang nggak ada gunanya. Hal itu cuma membuat diri sendiri
ngerasa kurang dan nggak pernah puas.
Its
okay kalau kalian masih nggak bisa lepas dari hal tersebut. Its not easy for me
too. Kebayang gua sadarnya aja baru sekarang-sekarang. So, it takes time.
Perasaan-perasaan
itu emang sering muncul tanpa gua sadari, dan saat gua sadar, gua langsung
mencoba untuk menghilangkan perasaan itu, dengan mencoba untuk terus nerimain
kehidupan gua yang emang udah segini aja. Its okay.
Maybe,
buat para remaja yang sedang atau pernah di posisi gua saat ini, lagu Olivia ini
sebenernya bisa jadi penyemangat lo, atau malah jadi boomerang tersendiri. Lagu ini bukan bentuk dukungan untuk kita
bisa terus berperasaan seperti itu. Lagu ini hanya meluapkan perasaan ini dan
ngasih tau kalau diri lo nggak sendirian ngehadepin ini. Semua orang pasti
pernah ngerasain ini, dan gua sarankan untuk cepat-cepat sadar dan hilangin
perasaan kayak gini. Perasaan iri emang bisa dijadiin sebuah motivasi, malah
itu lebih bagus. Tapi ngga semua orang bisa menyikapi hal tersbeut dengan baik.
Sekali lagi, its not easy and takes time.
So,
this song really reminds me about my past. Saat dimana gua belum sedewasa ini
buat menyikapi hal kayak gitu. But, i think itu pengalaman yang bisa membuat
gua jadi lebih bijak buat menghadapi perasaan-perasaan negatif, karena dari
situ gua jadi tau efek apa yang bakal gua rasain dari perasaan itu dan jadi
makin ingin cari tau gimana caranya buat pelan-pelan ngilangin perasaan itu.
Its
okay to feel jealousy sometimes, tapi
jangan biarin dia nguasai diri kalian, because its dangerous…


Komentar
Posting Komentar