Bogor.

 

Bogor.

 9th August 2021

Beberapa orang mungkin memiliki tempat untuk bersembunyi, tempat untuk sejenak beristirahat dari sibuknya dunia, tempat untuk menghilang sementara dari beberapa orang, dan tempat untuk sekedar menenangkan diri.

Bogor, bagiku bukan hanya sekedar tempat untuk berkuliah, tapi juga tempat untuk beristirahat. Dari banyaknya kenyataan yang perlu dihadapi, kenyataan yang sulit untuk diterima, tempat itu menjadi saksi bagaimana aku merebah diri, bergelut dengan diriku sendiri, hingga mencoba untuk berdamai dengan sendiri.

Banyak kenangan yang terjadi disana, mulai dari tempat baru, teman baru, suasana baru, perasaan baru, ketakutan dan kekhawatiran yang baru. Semua menjadi memori yang membekas.

Saat aku kehilangan diriku, aku datang ke Bogor tanpa memiliki harapan apapun. Hanya membawa diriku yang kosong dan emosi yang buruk untuk bergelut dengan studiku. Emosi buruk yang sebelumnya aku rasakan, perlahan berkurang, dan akhirnya semakin berkurang.

Pandemi yang terjadi, akhirnya membuat aku harus pergi dari sana, beranjak ke kampung halamanku. Saat itulah, aku merasa bahwa Bogor adalah tempat yang aku tuju untuk beristirahat. Tempat aku untuk menenangkan diriku, sendiri.

Sebutan Bogor sebagai Kota Hujan pun menjadi salah satu hal yang membuat aku betah tinggal disana. Hujan adalah sesuatu yang aku suka. Terutama saat mendengan rintikan hujan yang deras. Memang menyusahkan jika hujan turun disaat jemuran masih menggantung di luar, atau disaat pulang kuliah dan tidak membawa payung, atau disaat harus melewati jalan-jalan yang becek sedangkan sepatumu sudah bocor, atau disaat harus datang pada sebuah acara dan hujan tak kunjung berhenti. Namun begitu, rintikan hujan tetap menjadi salah satu favoritku untuk membantu aku merasa tenang.

Namun sekarang, masa kosanku telah habis dan sudah tidak bias lagi tinggal disana. Meski hanya tinggal 1,5 tahun, sudah banyak kenangan yang terukir. Semoga suatu saat bisa berjumpa lagi dengan Bogor.

See you, Bogor.

Komentar

Postingan Populer